Selasa, 11 Juni 2019

SOSIALISASI BUDAYA SADAR BENCANA MELALUI PEMENTASAN WAYANG CENK BLONK, LAPANGAN SELAT, SABTU, 22 JUNI 2019 JAM 19,00 WITA


Wayang Cenk Blonk merujuk pada nama kelompok pertunjukan wayang kulit kontemporer yang berasal dari Bali dan dipimpin oleh I Wayan Nardayana sebagai dalang. Kelompok pertunjukan wayang kulit kontemporer Cenk Blonk, merupakan salah satu kelompok pertunjukan wayang kulit paling populer di Bali saat ini. Hal ini dikarenakan dalam pertunjukannya, wayang Cenk Blonk menghadirkan alur cerita klasik namun dinamis dan penuh lelucon yang berkaitan dengan isu sosial-politik yang tengah berkembang di masyarakat. Tidak hanya alur cerita, modifikasi juga dilakukan terhadap pensuasanaan pertunjukan wayang. Dalam pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk biasanya ditemukan tambahan lampu warna-warni sebagai penghias layar, suara latar tambahan untuk mendukung cerita, dan layar yang lebih besar jika dibandingkan dengan layar pada pertunjukan wayang kulit pada umumnya. Selain itu, dibandingkan kelompok pertunjukan wayang kulit di Bali pada umumnya, kelompok pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk memiliki jumlah kru pendukung lebih banyak yakni dapat mencapai 50 orang. Selain wayang Cěnk Blonk, terdapat juga kelompok pertunjukan wayang lainnya seperti, wayang Joblar, dan wayang Sidia yang termasuk pertunjukan wayang kulit Bali kontemporer dan cukup diminati oleh masyarakat saat ini.

Dua figur yang dimaksud adalah I Klenceng dan I Keblong. Potongan nama dari kedua figur ini kemudian menjadi nama kelompok pertunjukan, menggantikan nama Gita Loka sebelumnya. I Klenceng dan I Keblong merupakan bentuk personifikasi dari rakyat kecil. Kedua tokoh ini diperankan dalam bentuk wayang yang unik dan gaya bicara yang lucu. I Klenceng digambarkan memiliki mulut yang lebar dengan moncong seperti buaya, gaya rambut jering atau berdiri, dan kaki yang dapat digerakan. Tokoh I Klenceng juga dalam pertunjukannya memiliki suara yang cepat, tidak jelas, dan tersendat-sendat atau gagap. Lawan main dari I Klenceng yaitu I Keblong, digambarkan sebagai tokoh yang memiliki perut buncit, kepala botak, punggung bungkuk, dan leher panjang. Sementara dalam gaya bicara, I Keblong ditampilkan dengan suara rendah dan gaya bicara yang ceplas-ceplos. Suasana penonton biasanya akan menjadi riuh saat kedua tokoh ini muncul dalam alur cerita yang dipentaskan. I Klenceng dan I Keblong biasanya muncul pada akhir pertunjukan wayang Cenk Blonk. Percakapannya kedua tokoh ini biasanya diisi dengan isu sosial yang ada atau berkembang dimasyarakat misalnya, kehidupan rumah tangga, berita populer, kritik sosial dan bahkan promosi terhadap pendukung acara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar